Jumat, 17 Juni 2011

PEMBUATAN KERTAS DARI BATANG POHON PISANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Siapa yang tidak kenal pohon pisang, yang memiliki banyak jenis buah dan memiliki buah yang enak dan mengandung vitamin. Pohon pisang hanya dapat berbuah sekali, setelah itu pohon tersebut harus dibuang. Selain buah, masyarakat juga memanfaatkan daunnya, sedangkan batangnya dibuang. Siapa sangka, batang pohon pisang tersebut dapat diolah menjadi barang lain yang kreatif dan mempunyai nilai guna yang cukup tinggi.
Batang pisang dapat dibuat menjadi kertas, yang selama ini tidak mungkin terpikir bahwa sebuah batang pisang yang bergetah, berlendir, dan bahkan bau tetapi sebuah batang pisang tersebut dapat disulap menjadi sebuah kertas yang unik dan menarik.
Papyrus telah mengembangkan teknologi pemrosesan batang pisang menjadi veneer, kertas, dan karton. Produksi masal dimulai pada akhir tahun 2008. 1 pohon pisang ladyfinger dapat menghasilkan 2 pohon pisang dengan tinggi 6 meter tiap tahunnya. Sebanyak 1.200 hasil kloning ditanam untuk lahan seluas 1 hektar. Tanaman pisang komersial di dunia terdapat sekitar 10 juta hektar dan ini menjamin ketersediaan sumber serat.
Di dalam kehidupan sehari-hari banyak digunakan kertas untuk berbagai kegiatan. Melalui kertas dapat diungkapkan berbagai ide dan pemikiran, juga sebagai sarana untuk menuangkan informasi berupa tulisan dan gambar. Kertas juga dapat dimanfaatkan untuk membuat barang kerajinan Selama ini bahan baku pembuat kertas dibuat dari bagian dalam kulit pohon atau yang biasa disebut dengan liber, sampai muncul istilah library atau perpustakaan yang diambil dari kata tersebut. Percobaan pertama untuk pembuatan sebuah barang yang menyerupai kertas moderen seperti yang telah banyak dikenal selama ini.
Dengan keterampilan, kreativitas dan pengetahuan, pembuatan kertas dapat dibuat dari tanaman yang selama ini dipandang kurang produktif. Selain dapat mendatangkan keuntungan financial, pengurangan limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan dapat dijadikan sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan.

B. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah yang diambil yaitu limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan.

C. Rumusan Masalah
Sesuai dengan batasan masalah yang ada dapat dirumuskan bagaimanakah masyarakat mengatasi masalah limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan.
D. Tujuan
Mendeskripsikan pemahaman masyarakat dalam mengatasi limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan.

E. Manfaat

1. Bagi Penulis
a. Menambah wawasan
b. Melengkapi tugas akhir

2. Bagi Pembaca
a. Memberikan pengetahuan dalam mengatasi limbah pohon pisang yang merugikan lingkungan.











BAB II
KAJIAN TEORI

Pohon pisang, sebuah kata yang tidak asing lagi ditelinga kita. Banyak dari kita yang tidak tahu betapa banyaknya manfaat dari pohon ini. Pisang bisa disebutkan sebagai buah kehidupan. Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan memperlancar pengiriman oksigen ke otak.
Pisang telah lama akrab dengan masyarakat Indonesia, terbukti dari seringnya pohon pisang digunakan sebagai perlambangan dalam berbagai upacara adat. Pohon pisang selalu melakukan regenerasi sebelum berbuah dan mati, yaitu melalui tunas-tunas yang tumbuh pada bonggolnya. Dengan cara itulah pohon pisang mempertahankan eksistensinya untuk memberikan manfaatkan kepada manusia. Filosofi tersebutlah yang mendasari penggunaan pohon pisang sebagai simbol niat luhur pada upacara pernikahan.
Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus memungkinkan tanaman pisang tersebar luas di Indonesia. Saat ini, hampir seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah penghasil pisang.
Pisang mempunyai banyak manfaat yaitu dari mulai mengatasi masalah kecanduan rokok sampai untuk masalah kecantikan seperti masker wajah, mengatasi rambut yang rusak dan menghaluskan tangan.
Selain buahnya pisang jarang dimanfaatkan, seperti batang, bonggol, kulit dan jantungnya. Tetapi seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi maka banyak yang bisa dimanfaatkan dari limbah-limbah yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga akan meningkatkan kualitas dari limbah tersebut dan menambah nilai ekonomi dari limbah tersebut, yaitu dengan membuat sebuah kertas dari batang pisang tersebut. Dipilihnya batang pohon pisang sebagai bahan baku pembuatan kertas ini, karena bahan baku itu mudah diperoleh, dan cara pembuatan kertasnya juga mudah.










BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kulitatif, dengan cara mengumpulkan data dan informasi yang terakurat dari berbagai sumber salah satunya dari internet.
Proses pelaksanaan tindakan ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dengan mengumpulkan data dan informasi lalu digabungkan dan dijadikan sebuah karya ilmiah.













BAB IV
PEMBAHASAN

Saat ini batang pohon pisang dapat diolah menjadi kertas atau sering juga disebut art paper. Batang pohon pisang memiliki serat putih yang sangat kuat sehingga tidak diperlukan pemutihan, dan dapat diproduksi setebal 20 gsm. Batang pohon pisang terdiri dari 2 lapisan yang dapat menghasilkan bermacam produk sekaligus. Lapisan luar berstruktur kasar, kekuatan basah tinggi, sifat barrier, dan tidak mudah terbakar. Produk lapisan luar berupa veneer dekorasi, laminasi struktur, dan kayu lapis. Lapisan dalam mempunyai sifat yang sama namun berstruktur serat lebih halus. Produk lapisan dalam berupa veneer dekorasi, kertas, dan kertas kemasan.
Proses pembuatan kertas dari bahan batang pisang pertama-tama yang harus dilakukan adalah, batang pisang tadi dipotong kecil-kecil dengan ukuran berkisar 25 cm, lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah batang pisang tadi kering proses berikutnya adalah dengan cara direbus sampai menjadi lunak, namun pada saat proses perebusan sebaiknya di tambah dengan formalin atau kostik soda maksudnya adalah di samping untuk mempercepat proses pelunakan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang pisang tadi, pada proses berikutnya batang pisang yang sudah lunak tadi disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi baru kemudian di buat bubur (pulp) dengan cara di blender.
Jika ingin mendapat serat yang sangat halus, maka proses penghancurannya akan lebih lama dibanding jika ingin mendapat serat yang kasar. Lalu proses selanjutnya adalah penjemuran. Setelah batang pisang tadi dihaluskan, letakan di atas cetakan sablon, lalu dijemur hingga kering. Kalau panasnya bagus, sehari juga cukup untuk proses penjemuran ini. Setelah kertas kering, kemudian proses selanjutnya adalah pewarnaan, dalam proses ini kita dapat langsung menggunakan kertas yang sudah kering tersebut atau dapat juga kita tambahkan warna.
Untuk pewarnaannya, kita dapat menggunakan bahan dari alam seperti gambir, kunyit, atau daun pandan. Untuk pewarna buatan, kita dapat menggunakan sepuhan atau perwarna pakaian. Proses pewarnaannya pun ada dua macam, yang pertama dengan proses pencelupan dan yang kedua adalah dengan proses pentotolan menggunkan spons. Kalau kita mau satu warna tinggal dicelup saja. Tapi kalau kita ingin variasi warna kita tinggal gabungkan, ambil warna pertama dengan spons, lalu totolkan di atas kertas. Tunggu sebentar lalu totolkan warna kedua.
Jika merasa hasilnya kurang bercorak, proses pembatikan pun dapat dilakukan pada art paper tersebut. Caranya seperti membatik biasa, yaitu menggunakan canting dan malam. Tapi jangan terlalu panas karena malamnya mempuyai sifat minyak. Nanti motif batik yang digambar bisa melebar ke mana-mana atau mendapatkan hasil yang kurang bagus. Art paper ini dapat digunakan untuk boks, memo, dan kartu undangan. Selain itu bisa juga dipakai pada kap lampu agar sinar lampu lebih redup dan memiliki variasi.
BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Seiring dengan bertambahnya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang maka bagian aari pisang banyak yang bisa dimanfaatkan dari limbah-limbah yang jarang dimanfaatkan oleh masyarakat sehingga akan meningkatkan kualitas dari limbah tersebut dan menambah nilai ekonomi dari limbah tersebut, yaitu dengan membuat sebuah kertas dari batang dari pisang tersebut. Dipilihnya batang pohon pisang sebagai bahan baku pembuatan kertas ini, karena bahan baku itu mudah diperoleh, dan cara pembuatan kertasnya juga mudah.
Proses pembuatannya yaitu batang pisang dipotong kecil-kecil lalu di jemur di bawah terik matahari hingga kering. Setelah kering lalu direbus hingga lunak, tambahkan formalin atau kostik soda adalah di samping untuk mempercepat proses pelunakan juga untuk menghilangkan getah-getah yang masih menempel pada batang pisang tadi, jika sudah lunak maka disaring dan dibersihkan dari zat-zat kimia tadi kemudian di blender.
Setelah halus, letakan di atas cetakan sablon, jemur hingga kering. Setelah kering, kemudian pewarnaan. Untuk pewarnaannya digunakan pewarna dari alam dan bisa juga pewarna buatan.
Daftar Pustaka

http://vibizdaily.com/detail/nasional/2010/05/03/umkm_sleman_memproduksi_kertas_dari_pohon_pisang. diakses hari jumat 29 April 2011 pukul 01.40 wib
http://www.ciputraentrepreneurship.com/manufaktur/3383.html. diakses hari jumat 29 April 2011 pukul 01.40 wib
http://peluangusahaoke.wordpress.com/2009/04/18/peluang-bisnis-kertas-unik-dari-batang-pisang/. diakses hari sabtu 30 April 2011 pukul 15.00 wib
http://www.bbpk.go.id/main/index.php?option=com_content&task=view&id=34&Itemid=55. diakses hari senin 2 Mei 2011 pukul 19.00 wib
http://wiebydrc.wordpress.com/2011/04/06/manfaat-pohon-pisang/ diakses hari senin 2 Mei 2011 pukul 19.30 wib

0 komentar:

Poskan Komentar